Analisa Teknikal

Analisa Teknikal


Analisa Teknikal

ANALISIS teknikal membantu trader untuk memberikan gambaran yang lebih jelas pasar forex akan bergerak ke mana, uptrend atau downtrend atau sideways? Analisis teknikal digunakan untuk memprediksi pergerakan pasar berdasarkan data masa lampau. Seorang analis berusaha mengenali pola berdasarkan data yang telah ada.

Alatnya adalah grafik. Mengapa perlu analisis teknikal? Menurut Teori Dow, harga merupakan refleksi dari semua kekuatan pasar. Pasar mengetahui segalanya. Selain itu pergerakan harga selalu dalam bentuk trend. Karena pergerakan harga selalu berulang, maka analisis teknikal ini juga dipercaya sebagai alat ampuh untuk mengetahui pasar akan bergerak ke mana.

Menurut Charles Dow, pola reversal terjadi setelah harga membalik hingga 33%, 50%, atau 66% dari nilai terakhirnya. Pembalikan benar-benar terjadi bila telah melewati 66%. Adapun sesuai dengan dengan konstanta Fibonacci adalah 38%, 50%, 62% dari nilai terakhirnya. Tapi menurut Gann, pembalikan akan terjadi setelah setiap 12,5% dari nilai terakhirnya.

Analisa teknikal dipakai dalam memperoleh gain pada forex trading. Anda juga bisa memadukan kedua analisa (fundamental dan teknikal) guna memperoleh sistem trading yang terbaik bagi Anda.

Para chartist atau mereka yang melakukan analisa teknikal percaya bahwa mereka dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga kurs di masa mendatang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan kurs di masa lalu. Mereka memegang jargon ini: “History always repeats itself.”

Melalui chart mereka dapat melihat trend yang sedang berlangsung, rentang waktu trend, volume transaksi dan level-level psikologis yang ada. Karena itu dalam belajar analisis teknikal, kita harus paham betul apa itu trend, volume transaksi, level-level psikologis (support dan resistance) dan periode waktu yang terjadi.

Bila ditanyakan, analisis teknikal itu penting nggak sih? Indikator adalah alat yang menunjukkan apa yang sudah ada di layar grafik itu sendiri. Indikator dalam teknikal akan menunjukkan pasar ada di mana dan telah dalam kondisi apa.

Di sini Anda akan memahami pasar sedang dalam kondisi overbought atau oversold dan bagaimana prediksinya kemudian. Apakah pasar sedang kondisi trend kuat untuk naik, dan akan berlanjut ke arah yang lebih tinggi atau justru sebaliknya.

Trading merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah. Kepercayaan pada diri sendiri dan pengaturan keuangan yang bijak akan menyelamatkan dari kehancuran dalam Forex Trading ini.

Sebenarnya trading forex itu bisnis yang sederhana, yakni jual dan beli. Masalahnya seringkali kita tidak tahu timing dan lokasi yang jual dan beli yang menguntungkan. Artinya, sebetulnya tidak perlu metode yang rumit untuk bisa memenangi trading forex.

Dengan kata lain, untuk bisa memenangi trading forex ini kita tidak perlu mencari-cari jalan yang rumit dan ribet. Misalnya pusing dengan banyaknya indikator , EA robot, strategy dan lain sebagainya. Saatnya menemukan jalan Anda sendiri, menyikapinya secara simple.

Dengan berbagai informasi yang menemupuk, ada baiknya tetap ada kesimpulan sederhana. Misalnya, analisis apakah harga akan naik ataukah harga akan turun sebaiknya Andalah yang berperan untuk menyimpulkannya. Artinya tidak perlu harus tergantung pada signal orang lain. Signal orang lain seharusnya posisinya tetap sebagai second opinion.

Bukankah untung rugi dalam bisnis forex trading ini kita juga sendiri yang akan menanggung? Bila demikian, percayailah diri Anda sendiri. Jangan bingung. Kalau lost ya lost, kita akan evaluasi diri kenapa demikian. Dan jangan lupa kalau win juga harus dievaluasi.

Maka dengan menemukan style trading sendiri yang simple mulai dari indikator, timing, sense, lokasi jual beli, sampai pada pair mata uang yang kita menikmati. Pilihlah waktu yang paling fresh, misalnya pagi atau malam hari. Yakni waktu di mana kita bisa berpikir jernih.

Aturan: Jangan takut masuk pasar, tapi juga jangan terlalu berani memasukinya tanpa keyakinan. Stop lost jelas perlu untuk menjaga stabilitas equity kita. Dan ingat juga untuk menghindari pemikiran kaya mendadak dari trading forex, semua butuh proses dan perjuangan.

Analisa Teknikal seperti kita tahu, didasarkan pada asumsi kuat bahwa harga yang ada sudah merefleksikan semua informasi yang ada. Bagi orang yang percaya dengan teori forex yang satu ini maka tidaklah penting apakah informasi yang didapat adalah untuk kalangan umum atau tersembunyi untuk orang-orang tertentu.

Para penganut analisis ini percaya bahwa pasar sangat kuat merefleksikan kondisi sebenarnya dan semua informasi akan direfleksikan dalam harga. Dengan asumsi ini maka secara teknikal mereka bisa meramalkan pergerakan harga dengan informasi yang ada.

Harga yang terjadi adalah refleksi transaksi antara penawaran dan permintaan dari harga yang diperdagangkan. Tujuan dari para analis adalah meramalkan arah harga ke depan. Dengan fokus pada harga dan hanya harga itu sendiri, itulah yang dimainkan oleh para penganut teknikal.

Berbeda dengan kaum "Fundametalis" yang sering bertanya “mengapa harga naik” atau “mengapa harga turun”, kaum analis teknikal selalu bertanya apa yang terjadi dengan harganya dan kemarin bagaimana. Atau dengan kata lain, histori pergerakan harganya bagaimana?

Menganalisa secara Teknikal dalam trading bagi trader adalah menu wajib walaupun sebagian trader ada yang hanya menggunakan Analisa Fundamental saja. Namun tidak semua Trader Teknikal memahami kerangka kerja market yang mereka hadapi, bergerak secara acak dan banyak memberikan false signal terutama trader yang menggunakan TF 5 dan TF 15, juga bukan hal memalukan kalau kita akui  selama ini kita sering mendengar bahwa 90% trader mengalami kegagalan dan penyusutan dana mereka secara perlahan dan akhirnya habis tanpa meyadari kesalahannya dan kejadian itu terus berulang !

Pertanyaannya adalah Time Frame berapa untuk memberikan pandangan yang lebih jelas dari gambaran market secara keseluruhan ?

Menurut Nial Fuller Full Time Trader asal Australia, menyarankan trader perlu membuat kerangka waktu (Time Frame/TF) Harian dalam Platform Trading mereka dalam trading khususnya dalam menganalisa Market. Chart Harian (D1) memberikan gambaran lebih jelas, TF yang lebih rendah penuh dengan sinyal palsu, Trader bisa mengabaikan sebagian besar sinyal palsu ini hanya dengan fokus pada Chart Harian (D1). Fokus pada Chart Harian (D1)  akan memberikan pandangan lebih jelas pada market secara keseluruhan dan secara alami pula akan meningkatkan kemampuan Trader untuk membaca arah market baik jangka pendek   maupun jangka panjang.

Chart Harian membantu Trader mengembangkan bias pasar  lebih efektif dan akurat. Memahami kerangka waktu market secara keseluruhan sangatlah penting sehingga trader mendapatkan “rasa” sentimen market selanjutnya. Hal ini sejalan dengan pengembangan keterampilan trader dan terus belajar “membaca” arah market. Dalam penggunaan Chart Harian Trader memungkinkan mengambil risiko lebih sedikit dalam setiap transaksi mereka dibandingkan bertransaksi dengan time frame yang lebih kecil.

“Saya TIDAK mengatakan Anda harus mengambil resiko lebih setiap ada posisi, saya katakan bahwa ketika Anda hanya BERDAGANG (transaksi) 3 KALI dalam seBULAN (atau sekitar itu), Anda dapat dengan jelas mengambil risiko lebih sedikit dibandingkan  trading 30 kali dalam sebulan”. kata Nial menasehati.

Ketika trader trading layaknya SNIPER trader bertransaksi jauh lebih sedikit setiap bulan dibandingkan  trader trading seperti penembak senapan mesin, yang memungkinkan trader bertransaksi lebih banyak dan agresif. BUKAN TIDAK BOLEH TAPI TRADER HARUS DISIPLIN  tidak kembali masuk market untuk balas dendam setelah trader mengalami kerugian. Chart Harian mengurangi frekuensi trading, lebih disiplin dan focus serta teliti.

INGAT ! kata Nial lebih lanjut “Keberhasilan bertransaksi di FOREX sebagian besar merupakan hasil dari kualitas pengambilan posisi bukan kuantitas dari transaksi trader (terlalu sering masuk). Hanya dengan mengurangi frekuensi transaksi, trader secara bersamaan akan meningkatkan peluang  berhasil dalam jangka panjang.

Trader perlu memahami dan menerima kenyataan bahwa 2 atau 3 kali bertransaksi namun  berkualitas setiap bulannya akan membawa keberhasilan dalam jangka panjang daripada masuk market 20 atau 30 kali namun penuh emosi.

Ingat,  kura-kura dalam dongeng memenangkan lomba  karena dia lambat dan konsisten

bukan cepat dan penuh emosi seperti kelinci.

Keberhasilan trading adalah akibat langsung dari cara Anda berpikir tentang market. Jika trader melihat market hanya sebagai sebuah “permainan kesempatan” atau Anda berpikir meraih keuntungan besar setiap saat dalam bertransaksi, account trading Anda akan lebih cepat  menyusut jumlahnya.

Trader Profesional melihat pasar sebagai refleksi dari kemampuan mereka sendiri untuk mengendalikan emosi dan tindakan mereka dalam menerima godaan masuk market  terus menerus. Kebanyakan orang tidak dapat melakukannya dengan konsisten, dan itu sebabnya banyak orang yang tidak berhasil dalam bertransaksi.

Dibutuhkan kontrol, konsistensi emosi dalam bertindak untuk menghasilkan hasil trading yang konsisten.

Untuk menggeser cara berpikir tentang bertransaksi yang baik, trader diwajibkan memiliki semangat tentang kesabaran dan keteguhan untuk berkata TIDAK dalam trading , mengerti bahwa cara anda berpikir selama ini adalah cara berpikir tentang sebagian besar trader lainnya  dan sebagian besar trader  kehilangan uangnya seperti anda maka semakin besar peluang anda keluar dari kelompok 90% trader yang merugi itu.

Saatnya pindah Time Frame Harian (D1) ! Tidak ada cara ampuh untuk menghilangkan godaan untuk selalu me-meloti komputer dengan menggunakan time frame lebih rendah.

Menggunakan Time Frame Besar  (D1) memang lebih lambat dan mungkin membosankan tapi inilah cara tercepat untuk menghasilkan uang sebagai trader.