Dewata Live Support

IM3 : +6285 7373 49908
Flexi : (+62361) 8075873
Email : dewatafx@gmail.com
Kurs Hari Ini
BELI
JUAL
11800 12400
REKENING PEMBAYARAN

Jam Kerja Support (wita) :
Senin – Jumat : 09.00 – 18.00
Sabtu – Minggu = Libur

By A Web Design

Investasi

PENGERTIAN INVESTASI

INVESTASI adalah menanamkan suatu modal pada instrument tertentu dengan harapan akan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Segala macam bentuk ‘Penitipan’ atau ‘Pengalihan’ dana ke Instuisi atau Asset tertentu adalah Investasi. Penanaman modal di warung atau toko, biasanya juga disebut Investasi.

Investasi dilihat dari instrument investasinya dibagi menjadi dua :

1. Sektor Riil

Umumnya membutuhkan Modal yang besar dan memakan waktu yang relative lama untuk berkembang karena besarnya modal maka likuiditasnya tidak secepat sector financial.
Seperti :

  • Property
  • Toko, Ruko, rumah
  • Pabrik
  • Dan lain-lain

2. Sektor Keuangan

Memiliki kecenderungan lebih likuid dan return yang relative lebih besar, sebading dengan resikonya, kelebihan lainnya adalah banyaknya produk investasi yang ditawarkan pada sector ini.
seperti :

  • Saham
  • Reksadana
  • Komoditi Berjangka
  • Pasar Uang (forex trading)
  • Dan Sektor Keuangan lainnya

Bagan Perbandingan Alternative Investasi

Alternative

Modal

Pengembalian

Risiko

Arus dana

Sektor Riil

Besar

100 % tertanam

Tinggi, jika berhasil

Tinggi

Lambat

Property (termsuk sector riil)

Besar

100 % tertanam

Bervariasi, tergantung lokasi

Rendah, sulit dikendalikan karena tergantung factor eksternal

Lambat

Produk Perbankan (pasar uang)

BervariaSI

100 % tertanam

Rendah

Rendah, Investor Pasif

Agak lambat, ada jatuh tempo

Asuransi (pasar Keuangan)

kecil

100 % tertanam

Rendah, tapi lebih tinggi dari perbankan

Tinggi

Investor pasif

sulit dikendalikan sendiri

lambat

Investasi jangka panjang

Saham Regional (pasar modal)

Bervariasi

100 % tertanam atau margin

tinggi

one way side (satu arah)

tinggi

Cepat

Forex, Index saham, Komoditi

Bervariasi

Margin (1-10 % dari nilai investasi atau dikenal dengan prinsip leverage)

sangat tinggi

two way side (dapat memetik keuntungan, baik harga naik maupun turun)

sangat tinggi

dapat dikendalikan sendiri

Sangat cepat

Mengenai cara investasi yang benar, ada berbagai macam, yaitu:

  • Properti, seperti membeli properti dan disewakan, ataupun membeli tanah untuk disimpan
  • Beli emas, dan disimpan untuk jangka panjang
  • Kolektor produk-produk antik bernilai tinggi
  • Franchise yang bisa pasif income, seperti Indomaret, Alfamart, Apotek K24, dll.
  • Bisnis (sebagai komisaris ataupun penyerta modal pasif saja), tetapi hati-hati ya karena bisnis juga banyak yang tidak benar pula.
  • Berinvestasi langsung di saham-saham yang benar dan kredibel / bluechip
  • Reksadana Saham
  • Obligasi (bond) , diutamakan yang Obligasi Pemerintah agar lebih aman seperti ORI (Obligasi Republik Indonesia), ataupun Obligasi dari perusahaan swasta yang sudah solid seperti Astra.
  • SUN (Surat Utang Negara), Sukuk
  • Deposito di bank (jangan di rentenir ya), tapi deposito sangat kecil returnnya dan bisa habis termakan inflasi
  • Pemilihan Unit Link secara tepat pada produk Asuransi

Mengenai beberapa produk investasi diatas, kami tidak membahas semuanya, karena kompleksitasnya yang bila dibahas di sini tidak akan selesai dan sangat panjang. Kami hanya membahas secara Singkat mengenai Reksadana, Obligasi, Sukuk dan Unit Link.

REKSADANA

Mengenai reksadana ini kami menginformasikan untuk memilih produk REKSADANA SAHAM, karena produk ini bagus untuk investasi jangka panjang diatas 5 tahun, dan anda dapat meningkatkan capital gain (pertumbuhan modal) di waktu tersebut ataupun untuk masa pensiun anda kelak. (reksadana saham ini sangat bergejolak tetapi ujung-ujungnya pasti akan naik di masa panjang tersebut, cocok sekali untuk uang pensiun kelak). Tetapi jika tujuan anda adalah short term dibawah 5 tahun dan uang investasi tersebut adalah untuk uang dapur/uang usaha bisnis anda, maka sebaiknya jangan ikut di reksadana saham.

Untuk reksadana saham, kami anjurkan anda untuk mengambil produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan besar, aman, legal, dan yang SUPER KREDIBEL menurut kami.

UNIT LINK

Sedangkan bila anda ingin memilih produk-produk jenis unit link yang bisa dibundle dengan asuransi, maka mereka bisa anda dapatkan di perusahaan Asuransi Terkemuka, seperti Prudential, Acelife, Manulife, Generali, Sequis life, Axa, dan sebagainya. Prinsip kerja unit link adalah seperti Reksadana, hanya saja return lebih kecil (karena terpotong biaya-biaya untuk asuransi), dan kelebihannya anda bisa mendapatkan manfaat asuransi pula.

Untuk UNIT LINK pada asuransi ini, mintalah pengaturan komposisinya 50:50 ataupun 60:40 atau bahkan 70:30 (investasi harus yang lebih besar), karena seringkali ada agen yang buruk yang memberikan anda komposisi investasi hingga 20:80 atau kurang, dan itu jelas merugikan anda, karena nilai investasi anda bisa sangat buruk. (agen asuransi mendapatkan komisi dari uang yang ditempatkan pada nilai asuransinya dan bukan pada nilai investasi, jadi agen pada dasarnya lebih suka bila penempatan asuransi anda lebih besar dari top up investasinya, karena komisi dia bisa lebih besar. Jadi anda harus jeli dan pintar ya, jangan salah penempatannya !)

Untuk Unit Link pada Asuransi ini mintalah penempatan pada portfolio saham. Karena asuransi adalah untuk jangka panjang, sehingga penempatan di saham adalah yang terbaik.

OBLIGASI , FR , ORI , SUN, SUKUK

Untuk pilihan produk jenis seperti obligasi, ORI, dan sukuk, produk ini seperti Deposito, dan bisa anda dapatkan pada bank-bank yang umum, seperti di BCA, BRI, Mandiri, CIMB Niaga, HSBC, Bank Mega, Standard Chartered, Citibank, Commonwealth, BII, dan sebagainya. Dan prinsip kerja produk obligasi dan sukuk adalah sama seperti deposito, hanya saja disini bunga lebih tinggi, terjamin 100%, dan bisa menikmati extra capital gainnya pula, walaupun Capital Gainnya tidak akan bisa setinggi seperti Reksadana Saham. Serta di Obligasi dan Sukuk ini terdapat jangka waktunya.

Untuk produk-produk diatas, anda juga bisa memantau perkembangan mereka pada koran Bisnis Indonesia di setiap harinya, ataupun melihat pada website Bapepam.