Dewata Live Support

IM3 : +6285 7373 49908
Flexi : (+62361) 8075873
Email : dewatafx@gmail.com
Kurs Hari Ini
BELI
JUAL
11800 12400
REKENING PEMBAYARAN

Jam Kerja Support (wita) :
Senin – Jumat : 09.00 – 18.00
Sabtu – Minggu = Libur

By A Web Design

Broker

Persiapan Trading Forex dan Pemilihan Broker / Pialang Forex

Sebelum anda memilih suatu Broker / Pialang Forex, Pada umumnya terdapat 4 jenis broker forex yang paling sering dipakai oleh para Trader dalam Bertransaksi atau Bertrading Forex, yaitu :

  • Broker Konvensional
  • Non Dealing Desk (ECN / STP / DMA)
  • Dealing Desk, dan
  • Hybrid.

1. Broker Konvesional

Bertrading Forex juga bisa dilakukan dengan cara anda menuju ke Bank anda ataupun ke tempat Penukaran Uang (money changer) untuk bertransaksi dengan Uang Fisik. Cara Tradisional itu adalah disebut Bertrading Forex Secara Konvensional (non online), yang tentunya banyak sekali keterbatasannya dan tidak realtime.

Di halaman ini kami hanya membahas dan memperkenalkan jenis-jenis BROKER yang dipakai untuk  Bertading Forex secara Online (non fisik), yaitu :

2. BROKER NON DEALING DESK

Yaitu suatu Broker yang dimana Order anda diteruskan langsung kepada Pasar,  Lembaga Keuangan atau Bank-bank Besar, ataupun Kepada Broker lain. Biasanya Spread di Broker Jenis Non Dealing Desk adalah bersifat berubah-ubah (fluktuatif) bergantung kepada Pasar yang sesungguhnya.

Broker jenis Non Dealing Desk sangat cocok digunakan untuk Para Trader Profesional :

- Karena sangat adil,
- Tanpa manipulasi dan
- User bertrading melawan pasar yang sesungguhnya dan bukan melawan Broker atau Bandar.

Jenis Broker Non Dealing Desk dibagi menjadi 3 , yaitu :

a. ECN Broker,
b. STP Broker dan
c. DMA Broker.

a. ECN Forex Broker (Electronic Communication Network)

Di broker jenis ECN adalah Para User dapat terjun secara langsung dan ikut berpartisipasi ke dalam pasar yang sesungguhnya yang dimana ikut bercampur pula dengan partisipan lain di dalam pasar tersebut seperti Para Bank, Pemerintah, Institusi maupun Trader Perorangan yang dimana mereka saling berinteraksi Jual dan Beli secara bersamaan tanpa adanya suatu INTERVENSI dari Pihak Broker ataupun Dealer (dealing desk).

Biasanya pihak Perusahaan Broker hanya mendapatkan keuntungan dari KOMISI ataupun dari Mark-up Spread.  Di jenis broker ECN kondisi yang digunakan adalah kondisi sesungguhnya yang terjadi di pasar dan tanpa dibuat-buat. Broker ECN bekerja dengan mempertemukan Penjual dan Pembeli secara nyata (via online, realtime), serta bukan melawan Broker/Bandar dalam melakukan Buy dan Sell nya.

b. STP Forex Broker (Straight Through Processing)

Broker jenis ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan dengan Perusahaan Broker lain selaku Likuiditornya . Biasanya Eksekusi Order dari Broker jenis STP adalah diteruskan kepada Para Broker Besar (institusi besar) ataupun kepada beberapa Broker ECN . Tetapi jika Order dari Broker STP tersebut diteruskan kepada Broker yang berjenis Dealing Desk maka Order dari Broker STP tersebut bergantung kepada Broker yang ditujunya tersebut.

c. DMA Forex Broker (Direct Market Access)

yaitu suatu broker yang cara kerjanya hampir sama dengan Broker berjenis ECN, tetapi bedanya di Broker DMA adalah terikat kontrak dengan suatu Liquiditor tertentu, dan ada beberapa hal lain yang membedakannya.

3. BROKER DEALING DESK

Yaitu suatu Broker yang dimana mereka membuat suatu Pasar Tersendiri dengan kondisi yang mereka tentukan sendiri (Market Maker). Di dalam kasus ini para user bertrading melawan Broker atau Bandar. Pada dasarnya Broker Dealing Desk mendapatkan Keuntungan dari kekalahan para usernya, sehingga bila user menghasilkan Profit maka Broker akan membayar dari Kas Broker tersebut sendiri (bukan murni didapat dari pasar yang sesungguhnya).

Bila anda bertrading di jenis Broker Dealing Desk maka pastikan anda menempatkan dana anda di broker Dealing Desk yang legal dan terdaftar (teregulasi) oleh pemerintah sebagai perusahaan pialang dan telah bereputasi baik.

Market Maker tidak selamanya buruk, ASALKAN mereka teregulasi dengan benar. Karena Market Maker tersebut berarti mereka juga bisa menciptakan pasar dari para usernya sendiri, oleh karena itu dinamakan Market Maker (Pembuat Pasar).

Jadi unsur BUY dan SELL di broker Market Maker sebenarnya adalah diambil dari pembeli dan penjual yang dari kumpulan para user mereka sendiri, tetapi bila volumenya tidak mencukupi maka barulah perusahaan broker yang menghandlenya (tetapi tidak boleh curang/nakal). Biasanya ini bisa dilakukan di broker yang memiliki jumlah user yang sangat banyak dan bervolume memadai, tentunya HARUS yang teregulasi benar juga (ada lembaga pemerintah yang mengawasinya) agar mereka beroperasi dan menjalankan bisnis sesuai dengan peraturan legal dan tidak merugikan para user/nasabahnya tersebut. Jadi Market Maker TIDAK SELAMANYA BURUK, asalkan Teregulasi benar.

Broker Dealers terdiri dari 2 jenis:

1. Dealer Besar

Broker berjenis ini biasanya telah mempunyai reputasi yang baik dan terdaftar legal (teregulasi) sebagai perusahaan pialang (Futures Commission Merchant atau FCM), Hal ini bertujuan agar jika anda mendapatkan profit maka dipastikan broker tersebut dapat membayar kemenangan anda dan simpanan investasi dana anda tetap aman. Karena di Broker Dealing Desk yang Teregulasi ini terdapat suatu Badan Pengawas (umumnya dari pemerintah setempat) yang bertujuan untuk Mengontrol ataupun Menjamin bahwa Broker tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak menipu para nasabah.

2. Dealer Kecil atau Unregulated Broker

Broker jenis ini adalah broker yang harus anda cermati dengan teliti karena mereka berpotensi besar untuk memanipulasi transaksi anda ataupun bertindak curang sehingga anda akan mudah mengalami kekalahan yang semestinya tidak terjadi. Umumnya broker bucket shop tidak berijin sebagaimana mestinya, dan hanya berijin sebagai perusahaan biasa atau lainnya (bukan sebagai perusahaan pialang) dan hal ini sering mengecoh para calon nasabah yang masih awam.

4. HYBRID BROKER

Broker ini adalah merupakan kombinasi antara jenis broker ECN/STP/DMA dengan Broker Dealing Desk. Umumnya Broker Hybrid mempunyai suatu aturan dalam melempar order ataupun berdasarkan dari jenis akun yang digunakan.

Sebagai Contoh:

Jika besaran Lot anda , ataupun Frekuensi , ataupun Equity anda dibawah nilai XXX maka anda dieksekusi di sisi Dealer, tetapi jika diatas itu akan dieksekusi di jenis STP ataupun ECN atau DMA. Sebenarnya sulit untuk mengetahui bahwa broker ini termasuk bertipe Hybrid ataupun tidak. Hal ini hanya dapat anda rasakan dengan mencobanya ataupun berdasarkan dari Reputasi Broker tersebut dan Regulasinya.

Sebelumnya kami akan menjelaskan dasarnya dahulu mengenai Trading Forex ini.

PENJUAL, PEMBELI dan Stok Quota Barang

Trading Forex adalah seperti Berdagang Mata Uang Asing, dan berdagang pasti melibatkan unsur PENJUAL dan PEMBELI, sama seperti berdagang pada umumnya. bila ada barang yang dibeli maka pasti ada yang menjualnya, demikian juga sebaliknya. Dan ketersediaan barang juga bukan berarti Unlimited, tetapi juga ada quantitynya pula (quota stoknya). Faktor Demand dan Supply berperan penting disini.

Jika barang yang ingin anda beli tidak ada ataupun sudah habis (kehabisan jatah), maka anda tentu saja tidak akan bisa membelinya, atau harus menunggu antriannya. Demikian juga ketika anda menjual tetapi tidak ada pembelinya (atau pembelinya sudah habis), maka anda juga tidak akan bisa menjualnya kecuali menunggu pembeli baru datang lagi.

Demikian juga apabila harga di pasaran telah berubah maka anda juga harus mengikutinya bila ingin bertransaksi. Contoh: Penjual menawarkan di harga 100, padahal anda ingin membeli di harga 90, Hal ini tidak akan bisa DEAL bila tidak terjadi kesepakatan. Disinilah tugas Sistem broker untuk menengahi permasalahan ini agar bisa terjadi Deal secara Otomatis dengan suatu terms and conditionnya.

Nah, hal-hal diatas tersebut adalah kondisi dasar yang harus anda pahami terlebih dahulu agar tidak tertipu dan tidak terjadi kesalahpahaman.

Bila anda sudah paham mengenai persoalan cara kerjanya, maka berikut adalah Kondisi dan Istilah yang harus anda ketahui artinya :

Slippage

Slippage di setiap trading forex PASTI bisa terjadi, karena ketidaktersediaan harga di posisi yang kita pesan tersebut, terutama posisi untuk pending order (terutama pending order yang bersifat STOP, yaitu Stop Buy, Stop Sell , termasuk Stop Loss). Jadi order yang kita pesan bisa meleset akibat adanya perubahan yang sebenarnya di pasar.

Contoh :

Misalkan anda memasang pending order di harga 100, tetapi karena terjadi berita penting maka harga di pasar bergerak melompat atau sangat kencang (tegak lurus) ke harga 115. Nah broker pasti akan menjalankan order anda di harga 115 tersebut dan bukan di 100, karena ketidaktersediaan harga di 100 tersebut, yang dimana tidak mungkin broker memaksakan untuk mengambil di harga 100 tersebut yang semestinya di pasar tidak ada. Tetapi jika harga 100 tersebut memang ada dan tidak habis stok quotanya maka anda bisa mendapatkannya di posisi angka tersebut.

Requote

Requote juga hampir mirip dengan Slippage, tetapi bedanya adalah Slippage berlaku untuk pending order, sedangkan Requote berlaku untuk eksekusi yang dilakukan saat itu juga di market (instant executions). Broker pasti akan mengkonfirmasi bila harga yang kita pesan tersebut ternyata sudah lewat ataupun telah kehabisan quota.

Pelebaran Spread

Pelebaran spread di suatu broker kadangkala juga dapat terjadi dan itu WAJAR sebenarnya, terutama bila keadaan hukum permintaan dan penawaran (demand dan supply) di pasar tidak seimbang sehingga bisa terjadi pelebaran selisih harga. Umumnya terjadi di broker yang mengenakan jenis spread fractional atau variable (spread yang tidak fixed dan selalu berubah-ubah).

Tetapi ada pula broker yang berjenis fixed spread (spread tetap), dan untuk broker yang fixed spread mereka biasanya tidak melebarkan spread ASALKAN spread yang di pasar masih di dalam batas toleransinya. (kalau diluar batas toleransinya maka broker Fixed Spread pun juga bisa melebarkan spreadnya demi keamanan liquiditasnya)

Pada umumnya pelebaran spread terjadi karena faktor berita, ataupun di saat pasar open (misalkan di saat subuh / pagi hari). Yang dimana hal ini sering mengakibatkan ketimpangan dalam demand dan supplynya di pasar.

Biasanya spread mata uang yang terkecil adalah yang berbasis EUR, contoh EUR/USD. Sedangkan untuk mata uang yang cross rate biasanya memiliki spread yang lebih besar, contoh GBP/JPY yang rata-rata spreadnya adalah sekitar 7 – 9 pips.

Margin Call

yaitu apabila Free Margin anda jatuh mendekati 100% (atau sesuai dengan peraturan level stop out brokernya) . Bila Margin Call maka open posisi order anda dapat ditutup otomatis oleh sistem broker. Hal ini bertujuan untuk mencegah account anda menjadi minus lebih dalam. Faktor ini umumnya sering terjadi di para Trader Newbie yang tidak paham mengenai perhitungan di Forex, sehingga mereka mengira brokernya yang curang dengan menutup posisinya, padahal dia tidak sadar bahwa account dia terkena margin call akibat open posisi yang terlalu banyak ataupun menggunakan volume lot yang terlalu besar, ataupun sudah loss terlalu dalam sehingga uang yang tersisa tidak dapat menahan floating loss posisinya tersebut, dan akhirnya Margin Call (atau MC).

Rumus FREE MARGIN adalah dihitung dari = Equity / Margin x 100%

Dari penjelasan ini diharapkan anda dapat memahami mengenai Trading Forex dan cara kerjanya, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman akibat tidak tahu cara kerjanya. pastikan anda mengikuti Pelatihan Forex yang baik dan benar.